Hidup, Petualangan, Dan Perjuangan

Hidup memulai perjalanannya dengan perasaan dan emosi yang penuh kebahagiaan. Ini melanjutkan perjalanannya menuju kesuksesan atau bencana. Manusia secara individu harus memahami perjalanan dan perjalanannya secara tegas. Sebuah perjalanan adalah, pada awalnya, adalah perjalanan dari satu titik ke titik lain. Secara kiasan, ini adalah perjalanan melalui kehidupan. Dimulainya perjalanan mengambil langkah pertama di bawah bimbingan orang tua dan simpatisan, di lingkungan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dihargai. Namun, orang-orang ini objektif dan subjektif dalam pandangan mereka. Dengan demikian, ini mempengaruhi kepribadian seseorang secara menyeluruh.

Orang memiliki pilihan untuk melakukan perjalanan kebahagiaan atau bencana dan melanjutkan bagian yang dipilih. Mereka yang mengikuti jalan yang benar akan diberi ganjaran dan orang-orang yang menghalanginya akan dihukum. Allah berfirman di dalam Al Qur’an dalam Al-Jinn [72:14], “Di antara kita ada beberapa yang menyerahkan kehendak mereka (kepada Allah) dan beberapa yang menyimpang dari keadilan. Mereka yang menyerahkan kehendak mereka, mereka telah mencari (jalan) dari tindakan yang benar.

Perjalanan melalui perjalanan waktu dalam rentang hidup seseorang melewati fase yang berbeda. Dibutuhkan penilaian pribadi yang baik untuk mengkonsolidasikan pengetahuan dan kebijaksanaannya untuk mengikuti jalan kesuksesan. Buddha Gautama berkata, “Dalam perjalanan panjang kehidupan manusia, iman adalah sahabat terbaik, ini adalah penyegaran terbaik dalam perjalanan, dan ini adalah properti terbesar.” Dengan demikian, perjalanan juga merupakan pertumbuhan pribadi yang diolah melalui berlalunya waktu. Ini tentu meningkatkan kualitas hidup. Ini mengembangkan kesadaran akan bagiannya yang membuka jalan bagi emosi, perasaan dan nilai.

Perjalanan hidup dalam perjalanan dimaksudkan untuk berbuah, meski medannya sulit. Jalannya tindakan yang diadopsi dengan tegas menunjukkan pola pikir seseorang. Orang yang matang dan masuk akal menimbang semua pro dan kontra sebelum melaksanakan rencana apapun. Dia akan menganalisis dan mengevaluasi skenario pra dan pasca situasi. Dia akan berkonsultasi dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pengalaman hidup. Pengalihan yang dirancang agar menguntungkan diadopsi dan jalur berbahaya ditinggalkan. Keyakinan dibangun di dalam diri seseorang sehingga penentuan menunjukkan jalan yang benar. Dimulainya perjalanan melalui berlalunya waktu menuju alam lain di zona waktu yang berbeda. Seperti Steven Tyler, seorang penyanyi, penulis lagu, dan instrumentalis Amerika dengan tepat berkata, “Hidup adalah sebuah perjalanan, bukan tujuan.”

Begitu tujuan hidup ditetapkan dan dipahami, maka perjalanan dan perjalanan melalui kehidupan menjadi damai dan bermanfaat. Daya tarik duniawi dan pengalihan nafsu yang penuh nafsu gagal menghalangi tujuan dan terdegradasi di belakang. Orang-orang melanjutkan perjalanan mereka di jalur yang benar mengingat dan berterima kasih atas belas kasihan yang diberikan kepada mereka. Seperti Stephen R. Covey mengatakan, “Kami bukan manusia dalam perjalanan spiritual. Kami adalah makhluk spiritual dalam perjalanan manusia.” Meskipun manusia pada saat kelahiran tidak jahat atau buruk, namun warisan penciptaan mereka mencerminkan ketidaksabaran dan sifat tidak tahu berterima kasih. Di sini, pengetahuan dan kebijaksanaan memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan manusia. Manusia akan melangkah ke arah yang benar di bawah bimbingan dan terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *